Menanam Ubi Jalar

Terdapat tiga jenis ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang populer dibudidayakan di Indonesia, yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer antara lain cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan.

Masyarakat Indonesia biasa mengkonsumsi ubi jalar antara lain dengan cara direbus, digoreng atau dibuat kolak ubi jalar. Umur simpan dari ubi jalar segar tidak bertahan lama, untuk itu diperlukan cara menanggulangi supaya umur simpan menjadi lebih panjang maka dilakukan pengolahan pangan ubi jalar menjadi tepung ubi jalar. 

Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektar.

Tanaman ubi adalah tanaman yang tahan kekeringan. Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus.

Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

Ubi jalar tumbuh dengan baik pada tempat tumbuh dengan syarat sebagai berikut  :

(a) hawa panas dan udara yang lembab. Daerah yang paling ideal untuk budidaya ubi jalar adalah daerah yang bersuhu 21-27 °C;

(b)   Daerah yang mendapat sinar matahari 11-12 jam/hari merupakan daerah yang disukai. Pertumbuhan dan produksi yang optimal untuk usaha tani ubi jalar tercapai pada musim kering (kemarau). Di tanah yang kering (tegalan) waktu tanam yang baik untuk tanaman ubi jalar yaitu pada waktu musim hujan, sedang pada tanah sawah waktu tanam yang baik yaitu sesudah tanaman padi dipanen;

(c)   Tanaman ubi jalar dapat ditanam di daerah dengan curah hujan 500-5000 mm/tahun, optimalnya antara 750-1500 mm/tahun.

Hampir setiap jenis tanah pertanian cocok untuk membudidayakan ubi jalar. Jenis tanah yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi serta drainasenya baik. Penanaman ubi jalar pada tanah kering dan pecah-pecah sering menyebabkan ubi jalar mudah terserang hama penggerek (Cylas sp.). Sebaliknya, bila ditanam pada tanah yang mudah becek atau berdrainase yang jelek, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman ubi jalar kerdil, ubi mudah busuk, kadar serat tinggi, dan bentuk ubi benjol. Dengan derajat keasaman tanah (pH) adalah 5,5-7,5.

Tekhnik bercocok tanam

1. Sistem Monokultur 

Buat larikan-larikan dangkal arah memanjang di sepanjang puncak guludan dengan cangkul sedalam 10 cm, atau buat lubang dengan tugal, jarak antar lubang 25-30 cm; (2.)   Buat larikan atau lubang tugal sejauh 7-10 cm di kiri dan kanan lubang tanam untuk tempat pupuk; (3.) Tanamkan bibit ubi jalar ke dalam lubang atau larikan hingga dangkal batang (setek) terbenam tanah 1/2-2/3 bagian, kemudian padatkan tanah dekat pangkal setek (bibit); (4.) Masukkan pupuk dasar berupa urea 1/3 bagian ditambah TSP seluruh bagian ditambah KCl 1/3 bagian dari dosis anjuran ke dalam lubang atau larikan, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 45-90 kg N/ha (100-200 kg Urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha). Pada saat tanam diberikan pupuk urea 34-67 kg ditambah TSP 50 kg ditambah KCl 34 kg per hektar. Tanaman ubi jalar amat tanggap terhadap pemberian pupuk N (urea) dan K (KCl).

2. Sistem Tumpang Sari 

sistem tumpang sari untuk meningkatkan produksi dan pendapatan per satuan luas lahan. Jenis tanaman yang serasi ditumpangsarikan dengan ubi jalar adalah kacang tanah. Tata cara penanaman sistem tumpang sari prinsipnya sama dengan sistem monokultur, hanya di antara barisan tanaman ubi jalar atau di sisi guludan ditanami kacang tanah. Jarak tanam ubi jalar 100 cm x 25-30 cm, dan jarak tanam kacang tanah 30 x 10 cm. Cara penanaman adalah : (1).Bibit yang telah disediakan dibawa ke kebun dan ditaruh di atas bedengan. Bibit dibenamkan kira-kira 2/3 bagian kemudian ditimbun dengan tanah kemudian disirami air; (2). Bibit sebaiknya ditanam mendatar, dan semua pucuk diarahkan ke satu jurusan. Dalam satu alur ditanam satu batang, bagian batang yang ada daunnya tersembul di atas bedengan; (3). Pada tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm. Untuk areal seluas 1 ha dibutuhkan bibit stek kurang lebih 36.000 batang. Penanaman ubi jalar di lahan kering biasanya dilakukan pada awal musim hujan (Oktober), atau awal musim kemarau (Maret) bila keadaan cuaca normal. Dilahan sawah, waktu tanam yang paling tepat adalah segera setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada awal musim kemarau.

Meskipun tanaman ubi jalar tahan terhadap kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan ketersediaan air tanah yang memadai. Seusai tanam, tanah atau guludan tempat pertanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit  hingga tanah cukup basah, kemudian airnya dialirkan keseluruh pembuangan. Pengairan berikutnya masih diperlukan secara kontinu hingga tanaman ubi jalar berumur 1-2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan.

Persiapan Lahan

1. Pengolahan Tanah

Lahan yang baik untuk budidaya ubi jalar adalah lahan yang memiliki drainase yang baik dan tidak becek. Karena ubi jalar membutuhkan tanah yang gembur untuk perkembangan umbi, maka lahan budidaya ubi jalar harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul. Saat ini proses pencacahan tanah dapat dilakukan menggunakan teknologi mekanisasi. Proses pencacahan secara mekanisasi dengan kedalaman sekitar 15 cm.

2. Pemupukan Awal

Tanaman ubi jalar adalah tanaman yang tidak rakus nutrisi atau tidak membutuhkan banyak pupuk. Bahkan budidaya ubi jalar pada kondisi tanah tertentu sama sekali tidak membutuhkan pupuk. Misalnya pada tanah sawah bekas tanaman padi atau tanah bekas tanaman cabe, tomat, semangka dan lain sebagainya. Pada kondisi tanah tersebut pemberian pupuk justru akan mengurangi produksi ubi jalar karena tanaman terlalu subur dan tidak mampu untuk membentuk umbi. Sebaiknya pupuk dasar hanya diberikan pada tanah-tanah yang tandus dan kering. Pupuk dasar yang baik adalah pupuk kandang atau kompossebanyak 20-30 ton/ha. Berikan dolomit jika pH tanah dibawah 5,5 sebanyak 5 ton/ha lalu diamkan selama 15 hari bari bisa di tanami. Tanah yang telah diberikan pupuk diolah kembali dengan cara mencacah agar pupuk yang telah diberikan tercampur secara merata.

3. Pembuatan Bedengan

Setelah selesai pemupukan, proses berikutnya adalah pembuatan bedengan. Bedengan digunakan sebagai tempat penanaman ubi jalar. Selain itu, bedengan dapat memudahkan petani untuk merawat tanaman ubi jalardan menghindarkan tanaman ubi jalardari genangan air apabila terjadi hujan.

Ukuran bedengan untuk lahan ubi jalar yaitu, lebar sekitar 70 cm, panjangnya disesuaikan kondisi tanah, tinggi bedengan lebih kurang 30cm dan jarak antar bedengan (lebar parit) sekitar 20 cm.

Penanaman

Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm.

Perawatan Ubi Jalar

1. Penyiraman

Penyiraman hanya dilakukan pada saat awal penanaman sampai tumbuh tunas baru. Tanaman ubi jalar adalah tanaman yang tahan kekeringan.Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus.

2. Penyulaman

Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan menggantinya dengan stek batang yang baru.

3. Penyiangan gulma

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki tumbuh pada areal pertanaman. Gulma pada lahan tanaman ubi jalar dapat mengganggu pertumbuhan ubinya. Sehinggga perlu adanya pembersihan gulma tersebut. Gulma pada tanaman ubi jalar cenderung berada di sekitar jalur antar bedengan. Penyiangan bedengan pada lahan ubi jalar biasanya dilakukan dengan mencabut secara langsung gulma yang terdapat pada lahan ataupun menggunakan peralatan seperti cangkul. Pada saat ubi jalar sudah berumur lebih dari dua bulan, proses penyiangan sudah tidak terlalu dibutuhkan karena tanaman sudah rimbun dimana gulma sudah sulit berkembang.

%d blogger menyukai ini: