Tarutung, Sumatera Utara

Kota Tarutung adalah kota kecamatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kota Tarutung merupakan Kecamatan yang berada di dataran tinggi sekitar 300-1500 mdpl dengan luas wilayah terkecil di Kabupaten Tapanuli Utara tetapi memiliki kepadatan tertinggi di Kabupaen Tapanuli Utara.

Berada 280 km di selatan Medan atau 36 km di selatan Bandara Silangit Siborongborong, di tengah lembah Silindung (Rura Silindung, bahasa Batak). Kota ini ibarat bentang alam permai di dasar kuali alami raksasa. Seturut kata warganya, Rura Silindung na uli, Lembah Silindung nan permai.

Tarutung sepenuhnya dikelilingi perbukitan, sebelah timur perbukitan Siatas Barita dan Sipahutar. Sebelah utara perbukitan Sipoholon dan dataran tinggi Siborongborong. Sebelah barat perbukitan Adiankoting. Dan di selatan perbukitan Pahaejulu.

Aek (Sungai) Sigeaon mengalir tenang membelah kota sebagai salah satu penanda Tarutung. Sungai ini menjadi sumber utama pengairan bagi bentang luas persawahan di utara, timur, dan selatan kota sejak masa pra-kolonial.

Bersisian dengan Aek Sigeaon, di barat kota, adalah ruas jalan lintas Sumatera sebagai akses jalan dari Tarutung ke Medan menuju pelabuhan Belawan di arah utara dan Sibolga (Pelabuhan Sibolga) di selatan. 

Tempat bersejarah dan wisata di Tarutung

1. Kantor Pusat GEREJA HKBP di Pearaja Tarutung

Tarutung adalah tempat penginjilan Nommensen di tanah Batak yang kemudian berdiri menjadi Jemaat Gereja HKBP sehingga Tarutung adalah kota “ibu kota HKBP”, juga Bona Pasogit (kampung hakaman) untuk setiap umat HKBP, bahkan juga untuk Huria Kristen Indonesia (HKI) dan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) yang merupakan “pecahan” HKBP.

HKBP singkatan dari Huria Kristen Batak Protestan adalah gereja Kristen Protestan di kalangan masyarakat Batak. Gereja ini merupakan yang terbesar di Indonesia dari kalangan Kristen Protestan, Gereja HKBP bisa disebut organisasi keagamaan terbesar ketiga.

Bangunan Gereja kantor pusat HKBP berdiri 29 Mei 1864. Jemaat HKBP tidak hanya di Indonesia tapi seluruh dunia, karena masyarakat Batak menyebar ke seluruh dunia.

2. Salib Kasih

Salib Kasih yang terletak di Siatas Barita adalah tempat yang dibangun untuk mengenang jasa missionaris agama Kristen yang berasal dari Jerman, DR.Ingwer Ludwig Nommensen yang wafat 23 Mei 1918 dan dimakamkan di desa Sigumpar sekitar 60 kilometer sebelah utara Tarutung.

Pada tahun 1863, merupakan tempat DR.IL Nommensen untuk memandang ke arah Rura Silindung di bawahnya.

Persis di belakang mimbar terdapat sebuah batu besar, tempat Dr Ludwig Nommensen berdoa pertama kali ketika tiba di Rura Silindung untuk memulai misinya.

Untuk menuju lokasi Salib Kasih, pengunjung harus melakukan pendakian sekitar 1 kilometer dan sepanjang perjalanan disuguhkan 10 Perintah Allah dan ayat-ayat suci yang dituliskan pada kayu atau ukiran batu, dan ditempel di pohon-pohon pinus.

3. Pemandian Air Soda Parbubu

Pemandian air soda, hanya ada 2 di dunia, satu berada di Venezuela, satunya lagi ada di Desa Parbubu, Kecamatan Tarutung, Sumatera Utara.

Kolam air soda mengeluarkan gas dari dasar kolam yang membentuk buih-buih dan gelembung udara saat gas tersebut keluar dari permukaan air, sehabis mandi di pemandian air soda, tubuh akan terasa segar dan kulit akan terasa lebih halus dari sebelumnya. 

4. Kuliner Tarutung

– Durian Tarutung

Luat Pahae meliputi empat kecamatan yakni, Pahae Julu, Pahae Jae, Purbatua dan Simangumban, merupakan sentra produksi buah di Kabupaten Tapanuli Utara. Selain durian yang sudah cukup dikenal oleh daerah lain, ada buah petai, jengkol, langsat, salak dan lainnya.Pada musim buah, selain dijual ke pengumpul, biasanya masyarakat di kawasan itu juga menjajakan buah di sepanjang jalan lintas Sumatera

– Ombusombus

Kue Ombusombus adalah makanan atau jajanan khas Batak yang berasal dari Siborongborong, Tapanuli Utara. Kue ombusombus terbuat dari tepung beras yang diberi gula di tengahnya dan dibungkus dengan daun pisang.

– Pohulpohul

Pohulpohul tak hanya sekedar kue ringan. Ada filosofi di dalamnya. Pertama, pohulpohul dibentuk dengan diremas secara kuat sehingga menjadi kue yanhg kuat, tak mudah hancur. Kedua, bekas lima jari dalam permukaan kue melambangkan dua hal. Di antaranya yaitu jabatan tangan tanda kesepakatan dan lima waktu penting dalam budaya Batak yang disebut “hatihasilima” yaitu: poltak mata ni ari (saat terbit matahari), pangului (pagi hari), hos ari (tengah hari), giling ari (jelang sore), dan bot ari (matahari terbenam).

– Kue Lampet

Kue lampet, dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang, proses pembuatannya tidak begitu rumit, dimulai dari tepung beras, kelapa parut yang tidak terlalu tua, dan dicampur. 

Lampet ada 2 jenis yaitu dibedakan dari bahan dasarnya yaitu beras ketan atau beras biasa. Rasanya lembut, manis dan gurih di mulut dengan parutan kelapa dicampur gula merah.

– Kacang Sihobuk

Kacang Sihobuk adalah makanan ringan/jajanan khas Batak yang berasal dari Desa Sihobuk, Tarutung, Tapanuli Utara. Nama Sihobuk adalah nama merk dagang yang diambil dari nama desa Sihobuk menjadi merk, tidak terlalu berbeda dengan kacang lain, tetapi kacang tersebut telah dipilih dan dipilah untuk dijual.

– Tipatipa

Tipa-tipa tepatnya berasal dari Toba Samosir. Makanan ringan ini disebut juga emping padi, bahkan ada yang menyebut serealnya orang Batak. Bahan utama padi pertama-tama direndam beberapa malam. Setelah itu baru ditumbuk hingga berbentuk pipih dan kulit padi terkelupas.

Mengkonsumsi tipa-tipa dengan mencampurkannya dengan gula dan kepala parut. Teksturnya keras ketika dikunyah, dinikmati langsung sebagai camilan. Sebagai teman kopi atau teh. Ada juga yang menikmatinya seperti sereal dengan mencampurnya dengan susu atau menjadikannya bubur.

– Sasagun

Sasagun adalah makanan ringan tradisional khas batak. Makanan ini dibuat dari tepung beras yang digongseng dengan kelapa dan dicampur dengan gula merah/aren. Soal rasa bisa dicampur dengan nenas atau durian, kacang atau sesuai dengan selera. Sasagun sudah ada sejak zaman dahulu. Makanan ini dikenal sebagai oleh-oleh khas Batak.

– Dengke na niura

Dengke Mas na Niura atau Ikan Mas Na Niura ini adalah makanan tradisional khas Batak yang berasal dari Tapanuli. Dahulu masakan na niura dikhususkan untuk raja saja, tetapi karena rasanya yang enak semua orang-orang batak menyantap dan membuatnya.

Dikenal juga dengan makanan yang tidak dimasak, direbus, digoreng atau tanpa menggunakan api. Na niura dalam bahasa Batak artinya ikan yang tidak dimasak melalui api namun baik dan enak dimakan. Ikan na niura dimasak oleh fermentasi bumbu utama yakni asam batak seperti utte sira, atau asam jungga; bisa juga menggunakan kecombrang. Rasa makanan ini seperti ikan segar namun tanpa bau amis. Na niura menjadi enak karena bumbu-bumbu khas yang terdapat di dalamnya; termasuk andaliman. Sebelumnya bumbu-bumbu sudah disangrai dan digiling bersama lalu dioleskan pada ikan. Untuk mendapatkan hidangan naniura ini dibutuhkan waktu kira-kira 5 jam.

Ikan naniura ini mirip dengan masakan Jepang, seperti Sashimi dan Ceviche dai Peru. Hal ini karena makanan tersebut tidak melalui proses memasak melalui api, seperti biasanya.

– Dengke na tinombur

Na Tinombur adalah makanan khas Batak, sajian dari Tapanuli. Hidangan yang menggunakan ikan lele atau ikan mujahir ini diolah secara dibakar dan disajikan dengan sambal, hampir mirip dengan lele penyet atau pecel lele.

– Manuk Napinadar

Masak Ayam Napinadar ini, ayamnya harus dipanggang terlebih dahulu, setelah itu lalu disiram dengan saus spesial yakni darah ayam (manuk) itu sendiri, dan dicampur dengan andalimanbawang putih bubuk (yang sudah digiling sampai halus) lalu dimasak.

– Dali ni horbo/ Bagot ni horbo

Dali ni Horbo atau Bagot ni horbo adalah air susu kerbau yang diolah secara tradisional dan merupakan makanan khas Batak dari daerah Tapanuli.

Dalam Bahasa Batak sendiri, “Dali” dan “Bagot” berarti Susu, sementara“Horbo” berarti Kerbau, sehingga keduanya berarti Susu Kerbau. Makanan khas Batak dari daerah Tapanuli ini, merupakan air susu kerbau yang diolah secara tradisional. Keju Batak ini merupakan makanan yang mudah diolah serta memiliki rasa yang nikmat dan khas pada indra pengecap kita.

– Arsik

Arsik adalah salah satu masakan khas kawasan Tapanuli yang populer. Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Ikan mas adalah bahan utama, yang dalam penyiapannya tidak dibuang sisiknya.

– Mi Gomak

Mie Gomak adalah makanan yang terkenal sebagai masakan khas daerah dari tanah Batak Toba, meliputi semua daerah Batak Toba, dan juga menjadi masakan khas di Sibolga dan Tapanuli. Mengenai asal usul sebutan untuk menu ini beragam versi

%d blogger menyukai ini: